Ashley Cole Teruskan Predikat Antagonisnya di Mata Pendukung Arsenal

Ashley Cole Teruskan Predikat Antagonisnya di Mata Pendukung Arsenal
Ashley Cole Teruskan Predikat Antagonisnya di Mata Pendukung Arsenal

Ashley Cole Teruskan Predikat Antagonisnya di Mata Pendukung Arsenal

Ashley Cole telah meneruskan predikatnya sebagai tokoh antagonis di mata pendukung Arsenal. Pasalnya baru-baru ini ia mengaku tak kuasa menahan tawa melihat penderitaan The Gunners yang seret prestasi dalam satu dekade terakhir.

Cole sejatinya merupakan pemain jebolan Arsenal. Namanya melambung di Highbury (markas Arsenal kala itu) sejak usia muda dan sukses mempersembahkan dua gelar Liga Primer dan tiga Piala FA sebelum hijrah ke klub rival, Chelsea.

Kepindahan bek sayap Inggris itu sontak membuat fan Arsenal sakit hati. Cole dianggap pengkhianat lantaran pindah demi tawaran gaji yang lebih menggiurkan.

Keputusan Cole untuk pindah ke Chelsea ternyata membuat kariernya makin cemerlang. Ia sukses mencicipi delapan gelar bersama The Blues selama delapan musim termasuk satu trofi Liga Champions.

Sementara pada momen yang sama, Arsenal justru seret prestasi dan hanya mampu menggondol dua Piala FA. Meski menikmati momen indah di Arsenal, Cole mengaku tak menyesali kepindahannya ke Chelsea.

“Saya memiliki momen indah di sana dan merindukan para pemain senior di sana. Tetapi saya pindah dan berhasil memenangkan gelar semampu saya. “Saya tidak akan melihat ke belakang dan berkata menyesal. Tidak,” ujar Cole kepada ITV.

Ketika ditanya apakah dirinya bahagia melihat Arsenal yang sulit berprestasi, Cole menjawab, “Jika boleh jujur, ya. Saya masih memikirkannya sampai hari ini dan saya tertawa pada diri sendiri.”

Cole mengakui kepindahannya ke Chelsea terbilang tidak elok. Namun, keputusan itu terpaksa diambil karenya kurangnya respek dari manajemen klub.

“Saya punya banyak sejarah di sana dan tentu saja kepergian saya diliputi suasana negatif. Tetapi saya rasa Arsenal juga tidak menghormati saya sebagaimana mestinya.”

“Saya mungkin harus menyalahkan diri saya sendiri dan orang lain. Tetapi rasa bersalah itu sudah hilang sekarang apalagi peristiwa tersebut sudah terjadi lebih dari sepuluh tahun yang lalu,” ujarnya.

Share This:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *